WIRO SABLENG
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : DI NEGERI TIONGKOK/CHINA
DI BAWAH pemerintahan Cu Goan Ciang yang berhasil mengusir kaum penjajah Mongol didirikanlah kerajaan Tiongkok baru yang diberi nama Kerajaan Beng. Sebagai raja Cu Goan Ciang lebih dikenal dengan sebutan Kaisar Thaycu.
Ibukota kerajaan yang dulu terletak di Peking (Ibukota Utara) dipindahkan ke Nanking (Ibukota Selatan). Hal ini dimaksudkan untuk mencegah segala kemungkinan serangan tak terduga dari bangsa Mongol.
Di samping itu sejumlah balatentara besar ditempatkan di Peking dan sebagai panglima tertinggi di Peking merangkap wakil langsung Kaisar di Nanking, oleh Kaisar Thaycu diangkatlah putera kandungnya yang bernama Cu Yung Lo.
Sebelum meninggal dunia Kaisar Thaycu yang bertahta di istana Nanking mengangkat Hui Ti sebagai penggantinya. Hui Ti adalah cucu yang amat disayangi Kaisar, merupakan putera dari anak sulungnya, jadi adalah keponakan langsung Pangeran Yung Lo.
Pengangkatan Hui Ti sebagai Kaisar baru inilah yang kemudian menjadi pangkal silang sengketa dan malapetaka dalam Kerajaan Beng. Sebagai anak kandung atau putera Kaisar Thaycu, Pangeran Yung Lo merasa lebih berhak
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #17 : Lima Iblis Dari Nanking Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
About Me
Assalaamu'alaikum, semangat pagi, saya Tedjo Tea Gening yang dalam banyak kesempatan sebagai blogger otodidak apa adanya dan menjadikan blog ini sebagai tempat untuk berbagi. K211217-1345 | (J081217-0534) click here ←
Popular Posts
-
Alex terlahir dari keluarga cukup berada, masalah uang, alex tinggal mengulurkan tangan, masalah makan dan sebagainya sudah di atur oleh ...
-
WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : DI NEGERI TIONGKOK/CHINA DI BAWAH pemerintahan Cu Goa...
-
Psikolog yang amat populer di Kuwait, Dr Fauzia Addabbus, pernah menulis di Twitter... Tentang rahasia-rahasia doa seorang ibu jika tiap ...
Tags
Diberdayakan oleh Blogger.




Lima Iblis Dari Nanking alur ceritanya bagus. Cuma yang jadi pertanyaan, mengapa Wiro sampai merantau ke negeri China, dan bagaimana cara dia berkomunikasi. Saya saja agar bertutur berbahasa Mandarin, cukup lama untuk melafalkannya dan harus kursus intensif. Itu saja sih komentar saya.
BalasHapus